history of asem growok

Pada zaman dahulu kala, dimana Ujungpangkah masih berupa hutan rimba dan penduduknya masih sangat sedikit, ada sebuah pohon asem yang bentuknya cukup unik. Pohon itu sampai sekarang masih ada, tepatnya di desa Pangkahkulon Kecamatan Ujungpangkah. Pohon ini memiliki kisah tersendiri karena Pohon asem ini berbeda dengan Pohon asem lainya.

Pohon asem ini pada zaman dahulu digunakan masyarakat Ujungpangkah sebagai tali kapal atau perahu ( cancange kapal atau perahu ) begitulah orang Ujungpangkah menyebutnya, karena daerah Ujungpangkah ini disamping masih berbentuk hutan juga dekat sekali dengan lautan, oleh karena itu Pohon asem ini dijadikan tali kapal atau perahu.

Lambat laun daratan semakin bertambah seiring dengan tanah yang terbawa oleh arus ke pinggir pantai, hingga menyebabkan pohon asem ini semakin jauh dari dari lautan, oleh karena itu kapal atau perahu yang berhenti tidak bisa mengikatkan tali kapal atau perahunya pada Pohon asem tersebut.

Pohon asem itu tumbuh lebih cepat dari sebelumnya, mungkin karena tidak terjamah oleh tangan manusia. Pohon itu juga bertambah angker karena semakin rimbun dan lebat. Suatu hari ada seekor ular yang masuk dan bertapa di dalamnya. Penduduk setempatpun bertambah takut bahkan lewat di depan Pohon asem itu tidak ada yang berani sama sekali.
Seiring berjalan waktu, akhirnya ular yang ada di dalam pohon itu telah berhasil dalam bertapa.
Akhirnya ular itu pergi dan meninggalkan bekas lubang yang cukup besar di batang Pohon asem
( Growok ) begitu orang Ujungpangkah menyebutnya. Akhirnya Pohon asem itu sampai sekarang

berubah nama menjadi Pohon asem growok atau orang Ujungpangkah menyebutnya Wite asem growok. Yang sekarang di abadikan namanya sebagai nama perkampungan yaitu Kampung Asem Growok, karena dekat dengan pohon asem tersebut. Demikianlah kisah Pohon asem growok yang ada di kecamatan Ujungpangkah.

1 comment:

  1. Yo pok tulis sumber e genk...gak ngawor ngono...teko ceritane sopo ta sopo, ce e jelas.

    ReplyDelete